Pasar Pasrepan Pasuruan Ludes Terbakar
Pasuruan, 9 September 2024.
Kebakaran Besar terjadi lagi di Pasar Pasrepan, Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan pada Senin (9/9/2024) dini hari.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu membuat ratusan kios yang berderet di sepanjang jalan dan lantai 2 Habis dilahap si jago merah. Kebakaran tersebut membuat puluhan kios dan bloks los terbakar. Selain itu ada ratusan lapak PKL ikut terbakar.
Suhaimi, salah satu pedagang di Pasar Pasrepan menyebutkan, dia mendapat informasi bahwa pasar terbakar, sekitar pukul 02.00 kurang.
Dari video amatir yang didapatkan dari Unit Kerja Ikappi Jatim, warga dan para pedagang terlihat panik dan berusaha menyelamatkan barang dagangannya saat kebakaran terjadi.
Dengan cepat, Suhaimi meluncur ke lapak miliknya yang seharianya menjual nasi bungkus tersebut. “Semuanya ludes terbakar” katanya.
Api dengan cepat menjalar dan melahap habis seluruh kios yang berada di kawasan pasar. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian berusaha untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Berdasarkan informasi unit kerja ikappi jatim, kebakaran besar Pasar Pasrepan Ini merupakan kali ketiga dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
Sebelumnya, kebakaran besar juga pernah terjadi pada tahun 2014 dan 2017. Peristiwa ini tentu saja menimbulkan kerugian besar bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha dan barang dagangannya.
Musibah kebakaran itu seperti misalnya yang terjadi di pasar krian lama Sidoarjo beberapa minggu yang lalu.
"Kami mendorong agar pemerintah segera melakukan tahapan-tahapan regulasi yang melindungi pedagang serta memberikan fasilitas penampungan relokasi bagi pedagang yang aktif," ujar Susilo dalam keterangan tertulis.
Selain asuransi untuk aset pedagang, Susilo juga mendorong agar Pemerintah memberikan pelatihan ke pedagang agar bisa melakukan pemadaman mandiri terhadap kebakaran di pasar sebelum api membesar.
"Kami juga meminta pemerintah memperkuat pedagang untuk asuransi lapak dan di fasilitasi pinjaman lunak melalui bank daerah sehingga jika ada musibah kebakaran, pedagang dapat meminjam modal bukan dari rentenir," ujar Susilo.
Terakhir, Susilo meminta Pemerintah mengecek dan mendata kembali nama nama pedagang yang terdampak kebakaran serta menyiapkan bantuan kepada pedagang yang ada di lokasi pasar. Fasilitas tersebut penting agar pedagang bisa di relokasi, dan berjualan kembali dan dapat direlokasi sesegera mungkin Pasca Kebakaran.
Komentar
Posting Komentar