Ikappi Jatim Ajak Pemerintah Menjaga Pasokan Distribusi dan Harga Komoditas Pangan Di Jawa Timur Bulan Ramadhan
dpw.ikappi.jatim, Surabaya. Mengangkat desakan masyarakat dan para pengamat ekonomi agar pemerintah segera mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan selama bulan Ramadan. Di tengah kekhawatiran potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat menggoyahkan kesejahteraan masyarakat, ikappi jatim menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani lokal.
Hal itu pun segera disikapi oleh Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau DPW Ikappi Jatim yang menerangkan bahwa pada fase pertama kenaikan harga tersebut biasanya terjadi pada tiga hari sampai dengan sepekan menjelang Ramadan seperti yang telah diuraikan oleh Ketua Umum DPP Ikappi, Abdullah Mansuri.
“Hal ini terjadi karena banyaknya permintaan dari masyarakat yang cukup tinggi,” ungkap Ketua DPW Ikappi Jatim Agus Susilo dalam keterangannya, Jumat (28/2/2025).
Kami berpendapat bahwa menjaga ketersediaan pangan dengan harga yang stabil merupakan langkah preventif untuk mencegah distorsi dalam rantai pasokan yang bisa berujung pada inflasi. "Kesiapan menghadapi lonjakan permintaan selama bulan Ramadan harus diimbangi dengan sistem distribusi yang handal serta pengawasan harga yang ketat," ujar Susilo ketua DPW IKAPPI JATIM.
Dalam responsnya, Pemerintah menyatakan bahwa sejumlah program telah dirancang untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, antara lain dengan meningkatkan cadangan strategis dan mendukung produksi lokal. Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengoptimalkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memantau dan mengendalikan pergerakan harga di pasar, guna mengantisipasi fluktuasi yang tidak diinginkan selama bulan suci.
Selain itu, inisiatif diversifikasi sumber pangan dan peningkatan infrastruktur distribusi menjadi fokus utama, sehingga setiap daerah dapat memperoleh pasokan yang cukup dan merata. Upaya ini diyakini tidak hanya melindungi daya beli masyarakat, tetapi juga mendukung stabilitas ekonomi nasional di masa Ramadan.” ujarnya.
"Dengan langkah-langkah strategis tersebut, diharapkan masyarakat dapat menyambut bulan Ramadan dengan tenang dan penuh berkah, tanpa terbebani oleh gejolak harga dan ketersediaan pangan yang tidak menentu. Ikappi Jatim, bersama Pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan mampu mewujudkan sinergi yang efektif demi terwujudnya stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat selama periode bulan Ramadhan 2025” pintanya.
Komentar
Posting Komentar